Tampilkan postingan dengan label mainboard. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mainboard. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Oktober 2014

membetulkan mainboard yang kapasitornya rusak dengan esr



 Semua teknisi pasti mempunyai pengalaman yang sama bahwa mainboard model-model lama umumnya sering dijumpai ada beberapa elko-nya yang kering atau turun nilainya, terutama banyak diketemukan pada pesawat merk-merk china. Elko yang kering dapat menimbulkan berbagai macam gangguan yang kadang sulit dilacak atau bahkan dapat membuat bagian-bagian tertentu tidak kerja sama sekali, terutama jika digunakan pada sirkit yang bekerja pada frekwensi tinggi seperti SMPS (Switch Mode Power Suply) dan bagian Horisontal. Elko kering terkadang membuat teknisi pusing kepala dan memakan banyak waktu saat melacak kerusakan.

Banyak teknisi menyiasati masalah ini dengan cara langsung mengganti semua elko yang ada, dengan tanpa mempedulikan apakah elko-elko tersebut rusak atau tidak. Hal ini umumnya memang cukup berhasil. Tetapi terkadang elko pengganti kualitasnya tidak bagus, sehingga pesawat rusak ulang setelah dipakai beberapa waktu. Mengganti semua elko juga merupakan suatu masalah sendiri jika sirkit yang diperbaiki banyak menggunakan elkoPenggunaan ESR-meter ternyata merupakan pilihan yang paling tepat untuk mengatasi problem-problem diatas. Kami sarankan ESR-meter merupakan tool yang wajib dimiliki oleh setiap teknisi setelah avo-meter.

Menggunakan ESR-meter yang kami buat sendiri dengan biaya kurang dari 50.000 rupiah kami mencatat banyak keuntungan seperti :
Melacak elko rusak dengan waktu lebih cepat karena tidak perlu melepas elko (in-circuit tester) satu persatu.
Hanya elko rusak yang diganti
Dapat digunakan untuk memeriksa kualitas elko baru maupun bekas. Hal ini tentu menguntungkan untuk memanfaat part bekas dari pcb eks ganti mesin. Kadang pesawat rusak ulangan hanya disebabkan karena elko baru yang dipasang ternyata kualitasnya jelek.
Elko yang jika di cek menggunakan ohm-meter kadang hasilnya menipu. Karena kalau dicek dengan ESR-meter ternyata ESR-nya sudah menjadi besar.
Dapat dipakai untuk memeriksa flyback yang short pada gulungan bagian primer (antara pin-B+ dengan pin-Kolektor), def yoke yang short, bagian primer tranfo power yang short.
Untuk mengetahui apakah re-chargeable bateri masih baik. Re-chargeable bateri yang sudah rusak umumnya ESR-nya lebih besar jika dibanding yang masih baik.
Untuk melacak jalur printed yang bocor/short
Dengan membandingkan pada kapasitor yang masih baik, ESR-meter dapat dipakai untuk memeriksa kapasitor dengan nilai ribuan pf.
Catatan :
ESR meter tidak dapat untuk mengetahui elko bocor atau short. Untungnya jarang sekali terjadi kerusakan elko short.
ESR meter hanya cocok untuk memeriksa elko dengan nilai mulai 0.47uF keatas.

Apakah sebenarnya ESR itu?
Umumnya parameter yang dimiliki sebuah elko yang dipahami oleh teknisi adalah “tegangan kerja maksimum” dan “nilai kapasitansi”. Pada hal sebenarnya masih ada beberapa parameter lain misalnya adalah "temperature kerja maksimum" (85 atau 105 derajat C) dan "ESR" (Equivalent Series Resistance).
Kecuali bersifat kapasitip dalam prakteknya elko juga mempunyai karakteristik “resistip” yang disebabkan karena kombinasi resistansi kaki-kakinya, sambungan internal, plat dan elektrolit. Karakteristik resistip inilah yang membentuk ESR, karena kalau digambarkan maka seakan-akan seperti dipasang seri dengan kapasitansi elko tersebut.
Idealnya ESR sebuah elko adalah nol, tetapi dalam praktek hal ini tidak mungkin.
Elko tegangan tinggi cenderung mempunyai ESR yang lebih besar dibanding elko tegangan rendah
Elko dengan nilai kecil cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elko nilai besar.
Elko 105 derajad (C) cendering mempunyai ESR lebih besar dibanding elko 85 derajad (C).

Apakah ESR-meter itu?
ESR meter adalah merupakan semacam ohm-meter yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya “resistansi” dari elko. Bedanya jika ohm-meter menggunakan arus dc (arus searah) untuk menggerakkan meter, maka ESR meter menggunakan ac (arus bolak-balik) dengan standard frekwensi 150Khz. Seperti tadi sudah dijelaskan bahwa idealnya elko ESR-nya adalah nol. Tetapi hal ini dalam praktek memang tidak mungkin. Elko kualitas bagus dengan nilai 10uF keatas umumnya memang mendekati nol.

Apa penyebab ESR elko dapat berubah.
Pertama disebabkan karena faktor kualitas sambungan komponen didalamnya yang kurang baik. Hal ini dapat dijumpai pada elko baru maupun elko lama.
Kedua disebabkan karena cairan elektrolit yang kering karena menguap atau bocor, yang dapat dijumpai pada elko lama.Apakah akibat jika ESR elko berubah menjadi besar?

Akibat jika nilai ESR elko berubah
Prinsip kerja sebuah elko adalah dapat “di-isi dan di-buang” muatan listriknya secara berulang. Dengan demikian ESR elko akan dilalui arus pengisian-pembuangan ini secara berulang-ulang sesuai dengan frekwensi kerja sirkit. Dan kita tentu sudah paham bahwa resistor jika dilewati arus akan menimbulkan panas sesuai dengan besarnya kuat arus yang lewat dan sesuai besarnya nilai resistansi. Demikian pula dengan elko yang memiliki ESR, makin besar nilai ESR makin besar panas yang timbul didalam elko, dan makin tinggi frekwensi makin besar pula panas yang ditimbulkan. Panas ini lama-kelamaan dapat menyebabkan elektrolit menguap menjadi gas dan merembes keluar, sehingga nilai elko akan berubah menurun. Pada kasus-kasus tertentu panas bahkan dapat membuat elko meledak.
Pada sirkit yang bekerja pada frekwensi tinggi elko seharusnya mempunyai resistansi nol terhadap sinyal frekwensi tinggi. Jika ESR berubah menjadi besar maka resistansi elko tidak lagi nol, dan jika nilainya resistansinya berubah cukup besar maka dapat membuat cara kerja sirkit kacau.

Pengalaman kami dengan penggunaan ESR meter dalam mereparasi pesawat model lama (pesawat tua), yang pertama selalu kami lakukan adalah :
Memeriksa semua elko dengan ESR-meter pada bagian SMPS, Horisontal dan Vertikal dan langsung mengganti jika ESR-nya problem.
Memeriksa secara visual (dengan kaca pembesar kalau perlu) solderan-solderan pada bagian SMPS, Horisontal output, Vertikal Output, dan pcb CRT soket dan menyolder ulang jika nampak ada yang masalah atau mencurigakan solderannya.
Kedua hal tersebut ternyata dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dan sulit dilacak, sehingga penggunaan ESR meter dapat mempersingkat waktu reparasi.

Bagaimana menggunakan ESR meter buatan sendiri (kalibrasi)
Setelah alat selesai dibuat
Kumpulkan beberapa elko bekas yang masih baik. Cari elko bekas dari pcb pesawat buatan Jepang atau Eropa asli (bekas pesawat ganti mesin) karena umumnya kualitasnya bagus untuk dipakai sebagai referensi.
Kelompokkan berdasarkan nilai menjadi nilai kurang dar 2.2uF, kurang dari 4.7uF, kurang dari 10uF dan lebih besar dari 10uF.
Coba gunakan ESR-meter untuk mengukur masing2 kelompok, dan tandai posisi jarum meter pada masing2 kelompok
Tanda tersebut dapat digunakan sebagai referensi penunjukkan ESR elko yang masih bagus.
Jika jarum meter menyimpang kurang dari tanda referensi tersebut, berarti ESR elko sudah tidak baik

jumper pada mainboard

Jumper pada sebuah komputer sebenarnya adalah connector (penghubung) sirkuit elektrik yand digunakan untuk menghubungkan atau memutus hubungan pada suatu sirkuit. Jumper juga digunakan untuk melakukan setting pada papan elektrik seperti motherboard komputer.

Baiklah kita fokuskan sebuah Jumper pada sebuah komputer. Fungsi Jumper ini dalam komputer digunakan untuk menyetting perlengkapan komputer sesuai dengan keperluan. Beruntunglah kita yang pada saat ini penyettingan lewat Jumper sudah mulai berkurang penggunaannya. Sebab, semua fungsi setting saat ini sudah menggunakan outo setting sehingga memudahkan pengguna atau perakit komputer untuk tidak banyak menggunakan Jumper.

Jumper pada komputer biasanya digunakan pada Motherboard, Harddisk dan Optical Disk, dan pada beberapa VGA Card tertentu. Tetapi karena penggunaannya lebih banyak pada Motherboard dan Harddisk serta Optical Disk, maka kita hanya akan membahas ketiga hal itu.

Jumper pada Motherboard

1. Jumper Clear CMOS

Jumper CMOS biasanya terletak di dekat Baterai CMOS. Biasanya terdapat 3 kaki (pin) pada jumper ini. Fungsinya adalah untuk menyimpan dan me-reset CMOS (sebuah IC program pada Motherboard) pada posisi default (Setting Awal/Pabrik).

Biasanya pada pin ke 1 dan 2 bila dihubungkan dengan sebuah Jumper maka CMOS pada posisi normal akan menyimpan setiap settingan yang kita ubah pada CMOS/BIOS. Dan bila Jumper kita ubah pada posisi 2 dan 3, maka komputer akan kembali pada posisi default.

Lalu untuk apa posisi default? Tentu saja, bila kita melakukan setting yang salah terhadap CMOS/BIOS maka bila terjadi kesalahan yang mengakibatkan komputer tidak bisa hidup, maka dengan melakukan Clear CMOS komputer akan kembali ke posisi awal sebelum kita melakukan perubahan pada CMOS/BIOS.

Begitu pula Jumper Clear CMOS ini bisa digunakan bila komputer tidak bisa hidup akibat kita lakukan perubahan pada hardware, misalnya processor, tetapi karena CMOS/BIOS anda telah menyimpan setting pada komputer yang lama dan tidak mampu membaca processor yang baru saja anda gantikan maka Jumper ini bisa anda gunakan.

Jumper ini juga digunakan bila anda lupa pada password yang anda buat di BIOS. Dengan melakukan Clear CMOS, maka password yang anda buat akan hilang dengan sendirinya.

2. Jumper Bus Clock/Bus Speed

Jumper ini berfungsi untuk menyeting Bus Clock pada processor. Pada saat ini, hampir bisa dibilang jumper ini jarang digunakan. Fungsi setting yang tadinya diatur oleh jumper sekarang sudah dibuat outo atau bisa disetting lewat BIOS.

Pada gambar disamping ini adalah salah satu contoh dari komputer Pentium I, yang terdiri dari Bus 50, 55, 60, 66 dan 75. Bus ini terdapat pada processor. Disetiap Bus yang kita pilih, ada petunjuk mengenai penggunaan jumpernya.

3. Jumper Bus Ratio

Seperti halnya jumper Bus Clock/FSB, jumper ini pun bisa dibilang sudah tidak dipergunakan kembali. Jumper ini adalah ratio perkalian dari processor. Misalnya processor Pentium I 133 MHz dengan Bus/FSB 66, maka Rationya adalah 2x. Maka kita melakukan setting sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada keterangan baik di Motherboard maupun buku manual.

4. Jumper VGA

Jumper ini biasanya terdapat pada Motherboard yang menyediakan VGA onboard beserta Slot VGA sebagai tambahan. Jumper, biasanya terdiri dari 3 kaki/pin yang digunakan untuk memilih apakah yang digunakan VGA onboard nya atau Slot VGA. Sama sepert jumper bus clock, jumper ini sudah jarang dipergunakan dan diganti dengan outo setting, sehingga tanpa melakukan setting apapun, VGA akan memilih sendiri yang mana yang dipergunakan.

5. Jumper Audio

Jumper Sound, adalah jumper yang dipergunakan untuk mengaktifkan suara. Jumper ini biasanya terdiri dari 10 pin berjejer dengan pin nomor 8 kosong. Bila anda mengaktifkan Audio di depan Casing, maka otomatis, soket Audio di casing telah mengaktifkan jumper Audio ini. Tapi bila tidak, persiapkanlah sebuah jumper untuk menghubungkan pin nomor 5 dan 6, juga pin nomor 9 dan 10, sebab bila tidak suara tidak akan keluar sekalipun driver telah masuk. Dan kejadian ini sering terjadi dimana Audio tidak bisa terdengar dan orang yang tidak mengerti akan kebingungan dan mengira Sound onboard dari Motherboard anda mati.

6. Jumper USB Power

Anda pernah mengalami kejadian USB anda tidak bisa berfungsi? atau berfungsi hanya di Windows? Tidak di DOS (misalnya dengan penggunaan Keyboard USB)? Mungkin anda tidak mengaktifkan Jumper USB Power.

Jumper ini ada di hampir semua Motherboard yang memiliki USB Socket. Jumper ini terdiri dari 3 kaki/pin. Bila tidak dipasang, maka USB anda tidak akan berfungsi. Bila di pasang pada salah satu kaki, misalnya pin 1 dengan pin 2 atau pin 2 dengan pin 3, maka akan punya pengaruh yang berbeda. Yang satu tidak akan bisa mengaktifkan USB di DOS.

7. Jumper Memory/RAM

Jumper ini biasanya terdapat pada Motherboard yang memiliki fasilitas 2 jenis Slot memory, misalnya Motherboard yang memiliki slot memory SDRAM dan DDR1, atau DDR1 dengan DDR2, maka untuk memilih salah satu slot diperlukan setting jumper memory.


Jumper pada Harddisk atau Optical Disk (CDRom, DVD, dll)

Jumper pada Harddisk dan Optikal Disk biasanya untuk menentukan status pada harddisk atau optical disk. Status pada harddisk/optical disk apakah dia akan menjadi Master (tuan) atau Slave (budak).

Hal ini penting di perhatikan tatkala kita melakukan tundem (penggabungan harddisk dengan harddisk, atau harddisk dengan optical disk pada satu kabel). Bila status sama-sama master, maka keduanya tidak akan terdeteksi oleh Motherboard. Karena itu yang satu harus menjadi Master (tuan) dan yang satu menjadi Slave (budak).

Pada Motherboard tertentu, status Slave (budak) pada harddisk tunggal (tanpa melakukan tundem) tidak akan dapat di deteksi oleh Motherboard.

Jumat, 11 November 2011

teknik reball dan reflow

Coba link2 berikut untuk mendapat gambaran gan :
http://www.youtube.com/watch?v=BEPTN_wo5-k
http://www.youtube.com/watch?v=nc3_0b2gigM
http://www.youtube.com/watch?v=myhVO7NVpXU
http://www.youtube.com/watch?v=i-iBj_TpwZk
http://www.youtube.com/watch?v=JB1InDsWCjQ
http://www.youtube.com/watch?v=aKWkWRCxZ84
http://www.youtube.com/watch?v=kTPXKA66baQ
http://www.youtube.com/watch?v=T8Fieo7NwRE
http://www.youtube.com/watch?v=ctHTF3oNdxI
http://www.youtube.com/watch?v=JawDu89P29s

Peralatan : (berdasarkan link video diatas)
1. Preheat console (kalo di Surabaya mereknya Cellkit, model mirip semua dg KADA, BUICK),
2. Blower infrared (lebih bisa dikendalikan suhunya),
3. BGA-chip pick up pen, bentuknya seperti pena berujung suction cup karet kecil (setelah timah meleleh, dengan 1 gerakan cepat menggunakan alat ini untuk mengambil chip)
4. desoldering Wick/braid
5. timah bola (udah bentuk bola,mempermudah reball tanpa stencil plate)
6. papan stensil untuk reballing, tidak harus..krn bisa solder 1 demi 1 titik dengan bantuan kaca pembesar or pake timah bola
7. Flux cair dan pasta, yg saya pake merek AMTECH dan Cellkit (merek ini paling banyak)
Kalo cari di jakarta, cari di toko reparasi HP, Roxy mas mungkin ada gan

Sejauh ini saya berhasil melakukan reflow untuk NVIDIA6150 punya HP TX1000 yg terkenal bermasalah, dengan menggunakan Blower godrak analog saja. untuk reball, saya belum dapat pickup pen dan timah bola, jadi saya belum melakukannya. Flux ada 2 macam warna, kuning dan putih....sptnya itu cuman masalah selera aja krn fungsi sama, saya punya flux cair botolan yg putih merek Cellkit, pasta yg kuning merek AMTECH

Kamis, 06 Oktober 2011

memperbaiki motherboard

Beberapa hari yang lalu, entah kenapa komputer saya sering nge-hang… ketika komputer “dipaksa” menjalankan program-program yang membutuhkan banyak trafik data transfer tiba-tiba mouse pointernya “stuck”…

Sudah dicoba melakukan harddisk scanning ama degragmenting tapi tetep aja masalah itu muncul sampai akhirnya saya coba untuk melakukan re-installing windows. Masalah kembali muncul ketika mulai step format patisisi. Yak…komputer mati seketika… harddisk formatting belum sempat terjadi sedikitpun…

Saya coba oprek-oprek ni komputer, setelah diganti power supplynya kemudian coba lagi dihidupkan… hasilnya hidup…tapi cuma untuk beberapa detik, masuk BIOS aja lum nyampe.. :D . Analisa letak kerusakan terus saya lakukan dengan melepas satu-persatu bagian komputer mulai dari harddisk, memory, CDROM, sampai mouse dan keyboard. Sampai akhirnya tinggal motherboard dan power supply, masalah masih muncul. Dari sini saya simpulkan adaproblem pada motherboard.

Saya coba ngecek motherboard, ternyata ada 3 kapasitor yang berhubungan dengan transistor power regulator sedang “hamil”. Ilustrasinya sepeti berikut:





Nilai kapasitor (elco) adalah 3300uF/6.3v, ada 3 buah yang “hamil” dan 1 buah bernilai 2200uF/6.3v. Saya coba mengganti 3 buah kapasitor problem bernilai 3300uF/6.3v dengan 3 buah kapasitor bernilai 1000uF/16v (nekat nih soalnya yg ada dirumah cuman segitu nilainya, berani aja karena dah tahu prinsip kerjanya :D ). Tidak mudah mengganti kapasitor karena motherboard tipe 3 layer dan mempunyai grounding yang baik, solder 60watt saja masih belum mampu sampai akhirnya 1 kapasitor saya pasang pada bagian bawah motherboard.

Nah selesai, coba hidupkan lagi komputer… dan alhamdulillaah jalan…. Dari sini perlu diperhatikan beberapa hal:

Kalau punya motherboard rusak, perhatikan dulu kapasitornya, siapa tahu banyak yang “hamil” yang menimbulkan bocornya arus dari power supply yang akhirnya menurunkan daya powersupply dan memaksa power supply bekerja sia-sia untuk kapasitor problem itu.
Jika kedapan ada problem pada power supply, tetap coba cek bagian motherboardnya, ada kemungkinan rusaknya power supply disebabkan kerja berlebih power supply karena bocornya arus pada kapasitor.